Home / Uncategorized / News / Peningkatan Produktivitas Melon dan UKM Jamu Melalui Penerapan Teknologi Screen House dan Mesin Pengering di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri

Peningkatan Produktivitas Melon dan UKM Jamu Melalui Penerapan Teknologi Screen House dan Mesin Pengering di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri

          Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah agraris dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan pelaku usaha mikro rumah tangga. Potensi sumber daya alam dan manusia di desa ini sangat besar, terutama pada komoditas hortikultura dan tanaman obat, namun pemanfaatannya belum optimal. Berdasarkan data monografi desa, sekitar 70% penduduk berada pada usia produktif, tetapi tingkat pendidikan dan keterampilan teknologi masih rendah. Akibatnya, produktivitas pertanian dan daya saing ekonomi masyarakat belum mampu mendukung peningkatan kesejahteraan secara signifikan.

Hasil observasi menunjukkan dua mitra utama yang menjadi fokus program Kosabangsa 2025, yaitu Kelompok Tani Barro Tani Manunggal dan UKM Jamu Tanaman Obat Fit (Tanofit). Kedua kelompok ini menghadapi kendala berbeda, namun memiliki potensi ekonomi yang saling melengkapi dalam pengembangan sektor pertanian dan industri berbasis herbal. Kelompok tani berfokus pada pengembangan melon sebagai komoditas unggulan hortikultura, sedangkan UKM Tanofit bergerak dalam produksi jamu tradisional berbasis bahan baku lokal.

Pada Kelompok Tani Barro Tani Manunggal, permasalahan utama terdapat pada aspek produksi pertanian. Sistem budidaya melon yang dilakukan di lahan terbuka menyebabkan ketergantungan tinggi terhadap kondisi iklim, risiko serangan hama, serta ketidakefisienan penggunaan air dan pupuk. Produktivitas tanaman melon rata-rata masih di bawah 10 ton per siklus, dengan tingkat kerusakan buah mencapai 30%. Di sisi lain, penggunaan air irigasi belum efisien, dan sistem monitoring pertumbuhan tanaman masih manual. Selain itu, keterlibatan generasi muda sebagai petani milenial masih rendah, karena kurangnya daya tarik sektor pertanian dan minimnya akses terhadap teknologi modern.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pelaksana mengintroduksi teknologi screen house berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi sistem irigasi tetes otomatis dan sensor kelembapan tanah, serta panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan. Sistem ini mampu mengatur penyiraman dan nutrisi tanaman secara presisi, menghemat penggunaan air hingga 60%, serta menurunkan risiko penyakit akibat kelembapan berlebih. Pemanfaatan energi surya memungkinkan operasional mandiri tanpa bergantung pada listrik PLN, sekaligus mendukung konsep pertanian hijau dan berkelanjutan.

Sementara itu, UKM Tanofit menghadapi permasalahan pada aspek produksi dan pemasaran. Proses pengeringan bahan jamu masih dilakukan dengan sinar matahari, sehingga memerlukan waktu yang lama, bergantung pada cuaca, kualitas simplisia tidak seragam dan mudah terkontaminasi debu, serangga dan jamur. Selain itu, variasi produk UKM masih terbatas, umur simpan pendek dan belum memiliki legalitas PIRT, label kemasan, maupun strategi promosi digital. Dalam rantai produksi, kapasitas pengolahan hanya sekitar 5 kg bahan baku per hari, dengan nilai jual rendah karena tidak memenuhi standar higienitas pasar modern.

Solusi yang ditawarkan berupa penerapan mini plant jamu skala rumah tangga yang dilengkapi alat pencuci rempah, alat perajang, mesin pengering berbasis  digital , alat penggiling (blender), alat pengolah rempah instan pengaduk otomatis, tempat display produk ready to drink (showcase) serta sistem pengemasan higienis. Proses ini dipadukan dengan pelatihan branding dan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace agar UKM dapat memperluas pasar secara daring. Pendekatan ini juga akan mendorong efisiensi energi, mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca, dan meningkatkan nilai tambah produk herbal lokal. Itulah  tujuan dari kegiatan Kosabangsa dari Fakultas Pertanian UNISRI dan FKIP Progdi Fisika, Fak. Tekhnik Mesin dan Fak Teknologi Pangan UNS selaku tim pelaksana dan pendamping.

            Pendanaan Kosabangsa tahun 2025 dari  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mempercayakan pada Fakultas pertanian unisri selaku timpelaksana diketuai oleh Prof. Dr. Dewi Ratna Nurhayati, MP Bersama tim dosen dan mahasiswa, sedangkan ketua Pendamping Drs. Dewanto Harjunowibowo,MSi Phd. Dari FKIP UNS dan tim melakukan  tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim menyusun jadwal, modul pelatihan, dan kesiapan teknis alat serta menyesuaikan rancangan teknologi berdasarkan kebutuhan mitra. Pada tahap pelaksanaan, tim Fisika Terapan melakukan bimbingan teknis terkait desain screen house dan sistem termal mesin pengering; tim Teknik Mesin melakukan perakitan, instalasi, serta pelatihan operasional alat; sedangkan tim Teknologi Pangan memfasilitasi proses produksi jamu higienis, pengemasan, dan penyusunan label. Tahap evaluasi dilakukan melalui monitoring rutin dan uji coba hasil penggunaan alat secara langsung di lapangan.

Sistem Penyiram Tanaman Otomatis menggunakan sensor kelembaban tanah berbasis IoT pada mitra budidaya Melon, dan Oven listrik menggunakan thermostat digital pada mitra  olahan jamu . Kegiatan ini memberikan manfaat mitra dan pemerintah setempat . Kegiatan tersebut  dilaksanakan selama  3 bulan terhitung bulan juni hingga nopember 2025

Foto foto kegiatan :

Kegiatan sosialisasi  pada anggota kelompok  tani Barotani  ( sosialisasi penggunaan  Screen house  )

Bangunan  Screen house dari awal Pembangunan hingga akhirnya bisa digunakan .

Kelompok  pengrajin jamu Tanofit , dan penerimaan alat  olahan jamu

Salah satu produk olahan jamu Tanofit berupa instant jahe


Copyright 2026 | UNISRI