Karanganyar – Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) terus berkomitmen meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi dengan praktisi di lapangan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan kuliah dosen praktisi dengan tema “Pertanian Berbasis Alam Menuju Pertanian Mandiri” yang menghadirkan praktisi berpengalaman, Hasim Ashari, Ketua Asosiasi Petani Organik Karanganyar Tenteram (APOKAT).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa perkuliahan tatap muka yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di kampus UNISRI. Pada sesi ini, Hasim Ashari menyampaikan konsep dasar pertanian berbasis alam, pentingnya kemandirian petani, serta strategi mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sintetis. Mahasiswa diberikan wawasan mengenai prinsip-prinsip pertanian organik, pemanfaatan sumber daya lokal, serta peluang ekonomi dari sistem pertanian berkelanjutan.
Sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Pertanian UNISRI semester 4 mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Diskusi interaktif terjadi selama perkuliahan, di mana mahasiswa aktif menggali pengalaman praktis yang telah diterapkan oleh para petani organik di Karanganyar.
Tahap kedua dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 dalam bentuk praktikum lapangan di Rumah Edukasi Wisata Gentungan, Mojogedang, Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa terkait penerapan teknologi pertanian berbasis alam.
Dalam praktikum tersebut, mahasiswa dilatih membuat pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat (kompos) dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain itu, mahasiswa juga mempraktikkan pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Hasim Ashari menekankan bahwa kunci utama pertanian mandiri adalah kemampuan petani dalam memproduksi sendiri kebutuhan usahatani, seperti pupuk dan pestisida, sehingga dapat menekan biaya produksi dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Kemandirian petani dimulai dari pemanfaatan potensi lokal. Dengan bahan yang ada di sekitar, petani sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada produk kimia,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam dunia pertanian modern yang berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian lingkungan bagi mahasiswa sebagai calon agripreneur masa depan.
Kegiatan kuliah dosen praktisi ini menjadi salah satu langkah nyata Fakultas Pertanian UNISRI dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik lapangan, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada pertanian berkelanjutan

